Militer AS mempersiapkan sistem tenaga nuklir di luar angkasa dan memasuki fase pengujian

Menurut laporan terbaru, militer Amerika Serikat (AS) sedang mempersiapkan teknologi tenaga nuklir baru di luar angkasa. Rencananya akan segera memasuki tahap pengujian.

Tidak dalam waktu dekat, tetapi Unit Inovasi Pertahanan (DIU) tidak akan menguji sistem tenaga nuklir baru ini di luar angkasa hingga tahun 2027.
Baca juga

Harga laptop Lenovo di Indonesia melonjak karena krisis chip
Menurut HP, permintaan laptop Chromebook di Indonesia masih tinggi
HP Indonesia dan Kemendikbudristek luncurkan inisiatif transformasi digital di bidang pendidikan
Ada RRQ Lemon and Clay, ini dia top 5 drama tim Indonesia di MSC 2022
Tidak ada ponsel yang terlihat di Geekbench, bawalah chipset kelas menengah ini bersama Anda

Apa jenis teknologi tenaga nuklir baru di luar angkasa yang akan digunakan militer AS?

Entitas pemerintah AS mengumumkan dua kontrak yang diberikan kepada dua perusahaan, Ultra Safe Nuclear dan Avalanche Energy.

Keduanya diminta untuk mendemonstrasikan propulsi nuklir dan kemampuan daya untuk pesawat ruang angkasa kecil yang akan beroperasi di ruang cislunar (Bumi-Bulan).

Ini adalah bagian dari proyek militer AS untuk memantau aktivitas komersial dan pemerintah yang akan meningkat di ruang angkasa dalam beberapa dekade mendatang, termasuk program Artemis yang dipimpin NASA.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Ultra Safe Nuclear akan mendemonstrasikan EmberCore, baterai nuklir radioisotop yang dapat diisi ulang untuk tenaga dan tenaga.
arrow_forward_iosBaca selengkapnya
Didukung oleh GliaStudio
Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan (DARPA). [darpa]

“Sistem radioisotop generasi berikutnya ini akan mampu meningkatkan kinerja 10 kali lipat dibandingkan dengan sistem plutonium dan menyediakan lebih dari 1 juta kilowatt-jam (kWh) energi hanya dalam beberapa kilogram bahan bakar,” kata DIU dalam sebuah pernyataan. Senin (30 Mei). 2022).

Di sisi lain, Avalanche Energy akan menggunakan magnetron untuk menjebak ion fusi dalam medan elektrostatik untuk menjaga elektron lebih dekat ke nukleus.

Organisasi militer lain yang mencari teknologi nuklir cislunar adalah Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).

Pada 4 Mei, organisasi tersebut mengatakan siap untuk melanjutkan proyek untuk merancang, mengembangkan, dan merakit mesin roket termal nuklir, yang diharapkan akan mengorbit pada tahun 2026.

Sementara itu, NASA juga mengembangkan sistem propulsi termal nuklirnya sendiri.

Sistem seperti itu diyakini dapat membawa astronot ke Mars dalam setengah perjalanan saat ini, yang memakan waktu enam hingga sembilan bulan.

Inilah rencana militer AS menyiapkan pembangkit listrik tenaga nuklir baru di luar angkasa yang siap diuji pada 2027. (Suara.com/Lintang Siltya Utami)

Sumber :